Dampak Media Sosial pada Sekolah dan Mahasiswa

media sosial 2Media sosial mempengaruhi siswa secara positif dan negatif. Dampak positif media sosial meningkatkan kecerdasan sosial siswa dan pemahaman tentang perilaku manusia. Dampak negatif media sosial membuat mereka materialistik, marah dan kecanduan terlalu banyak hal buruk.

Dampak negatif tidak berasal dari situs jejaring sosial, namun masalah muncul saat kita menggunakannya tanpa menganalisis apa yang sedang kita lakukan. Ini tidak akan hanya berpengaruh kepada kita tetapi juga kepada keluarga, masyarakat dan Negara kita. Itulah sebabnya media sosail bukan hanya alat yang hebat untuk pengembangan pribadi tapi juga alat untuk penghancuran pribadi dan sosial.

Menurut saya, mendidik siswa tentang praktir terbaik media sosial di sekolah sangatlah penting. Sehingga mereka bisa mendapatkan manfaar dari aplikasi dan teknologi komunikasi untuk karir dan pengembangan pribadi mereka.

Jika anda tertarik untuk belajar lebih banyak, mari kita bahas topik ini secara rinci dengan masalah dan solusinya.

1. Siswa telah menyimpang dari tujuan karir dan pengembangan pribadi dengan terlalu sering menggunakan media sosial.

Perhatikanlah dengan baik. Disaat anda menggunakan Facebook. Anda bisa mendaftar ke akun Facebook dengan pilihan anda sendiri, tapi anda tidak bisa keluar dari facebook sesuai pilihan anda. Disini maksud saya adalah menghapus akun facebook anda. Anda tidak akan pernah bisa menghapus akun Facebook yang pernah anda buat, tapi anda hanya dapat menonaktifkannya. Ini merupakan salah satu fitur bagus dari Facebook untuk penyelidik kejahatan cyber.

Tetapi sekarang terlalu banyak penggunaan media sosial untuk siswa sekolah dan mahasiswa yang menyimpang dari karir dan pengembangan pribadi mereka. Banyak siswa membuang waktu atau menggunakan waktu mereka untuk berbagi suka, mengobrol dan memposting diri mereka. Ini memeang tidak buruk tapi jika kecanduan, sulit untuk keluar.

Tidak hanya di kalangan mahasiswa, bahkan karyawan dan staff pegawai banyak menghabiskan waktu paling produktif mereka di situs media sosial. Seperti yang anda tahu, terlalu banyak makan makanan bisa membuat kita sakit, sama halnya dengan berolahraga, terlalu banyak berolahraga akan membuat badan kita tidak sehat. Begitu juga dengan media sosial, banyak mahasiswa yang tidak tahu kapan harus berhenti dan bagaimana cara berhenti dalam menggunakan media sosial. Dan ini merupakan dampak negatif dari media sosial.

2. Media sosial adalah taman bermain untuk generasi baru. Mereka bermain game tapi mereka tidak peduli dengan aturan mainnya.

Orangtua sibuk dealam aktivitas sehari-hari dan profesional. Mereka tidak memiliki banyak waktu untuk berkomunikasi dengan anak-anak. Anak-anak atau siswa tidak bisa tinggal lama tanpa andanya komunikasi dengan orang lain. Banyak siswa tau remaja sekarang yang memilih beralih ke apresiasi media sosial karena jenuh dan bosan dengan pelajaran mereka. Di media sosial  mereka mengungkapkan segala isi pikiran mereka, selfie dan mengeksposkannya 2 sampai 3 kali dalam sehari.

Media sosail adalah taman bermain baru bagi siswa. Siswa yang tinggan dengan orang tua mereka di kota tidak dapat menemukan taman bermain untuk terhubung dengan teman mereka. Mereka melihat Facebook dan situ media sosial lainnya untuk bersenang-senang. Mereka memang tidak bermain kriket di Facebook tapi mereka menemukan permain lain di dalamnya seperti melihat profil, mengirim permintaan pertemaan kepada orang yang tidak dikenal, mengobrol dengan lawan jenis, dan ini semua hanya untuk kesenangan.

Dengan senang hati, mereka melupakan siapa mereka? Apa yang bisa dilakukan tindakan mereka? Apa yang akan menjadi hasil negatif dan positif, yang mereka lakukan saat ini. Bermain dan menggunakan media sosial untuk kesenangan bisa menghubungkan mereka dengan hewan eksternal atau virtual. Hewan virtual terlihat seperti manusia (ID palsu) tapi tidak dan bersembunyi dan mendapatkan informasi pribadi dan profesional dari gaya hidup siswa dan tentang orang tua mereka.

3. Siswa dapat dipengaruhi oleh praktik politik anti-nasionalis yang sukar dipahami di media sosial.

Kontraktor agama dan konversi agama yang cacat di media sosial terus mencari peluang untuk menembus integritas negara dengan mempengaruhi siswa.

Begitu juga dengan para pemimpin politik yang sulit dipahami. Berkoar-koar di media sosial, melakukan tweeting, berbagi pola pokir mereka, dan saya pikir ini tidak bagus untuk siswa sekolah dan mahasiswa yang kelak akan menjadi masa depan bangsa kita.

Partisipasi seperti itulah yang akan mempengaruhi siswa dan mahasiwa sekarang dalam mencintai negara ini. Tidak merasa bersalah kepada orang tua, bangga dengan simbol nasional dan berbagai hal lainnya. Ini semua karena apa yang mereka lihat adalah temptress, charlatanry danmereka tidak tahu bahwa merkea adalah facede. Mungkin di suatu hari mereka akan mengetahuinya tapi saat itu semua sudaj terlambat.

Meskipun begitu, ada juga beberapa dampak positif dari praktik media sosial yang bisa diikuti oleh siswa dan guru.

Contoh penggunaan media sosial untuk pengetahuan:

  1. Untuk belajar dan mengajar
  2. Promosi Upliftment Sosial
  3. Penggunaan situs media sosial dengan menentukan sasaran karir.
  4. Analisis antara konten palsu dan konten asli.
  5. Diskusi dengan orang tua sebelum mengambil langkah terakhir pada konten media sosial.

Jika anda seorang guru sekolah swasta atau pemerintah, maka anda dapat memikirikan bagaimana anda dapat membantu siswa. Bagaimana anda bisa mempengaruhi mereka dengan menggunakan medial sosial untuk pengembangan karier dan pribadi mereka.

Jika anda seorang siswa, pikirkan bagaimana anda bisa memanfaatkan sumber media sosial untuk mendapatkan manfaat lebih besar tanpa melanggar emosi orang tua.

Saya ingin mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan teknologi, baik itu media sosial, internet, robot, dan berbagai hal lainnya. Satu hal yang selalu penting yaitu pengetahuan, pendidikan, peraturan. Dengan adanya pengetahuan, pendidikan dan peraturan, anda dapa menganalisis efek samping dari media sosial.

 

About This Author

Comments are closed