Walaupun agak terlambat, kita pengen ngucapkan Selamat atas prestasi tim FE-UB khususnya dari HMJM yang telah menjadi juara dalam Marketing Debate Competition 2008.
Berikut info dari yang dirilis “kantor berita” UB:
Tim FE-UB Juara Perbanas Marketing Debate Competition 2008
20 Agustus 2008
Tim Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) yang diwakili Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam Perbanas Marketing Debate Competition 2008 Indonesia.
Bertema “How to make environmentally friendly marketing strategy”, kompetisi debat ini didasari oleh pemikiran: pertumbuhan dunia industri yang semakin pesat ternyata membawa permasalahan sosial dan lingkungan hidup. Sementara itu manusia sebagai subjek dalam pemanfaatan sumber daya alam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk suatu masyarakat yang bersahabat dengan lingkungan (environmentally friendly), dan masyarakat dituntut memiliki kepedulian terhadap upaya pelestarian alam dan lingkungan serta menghormati eksistensi makhluk lain di bumi ini. Ini semua masih ditambah lagi dengan isu Global Warming yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan di seluruh dunia.
Kompetisi berlangsung di Auditorium Unit III ABFII, Perbanas, Jakarta, selama 3 hari, 12-14 Agustus 2008. Tim HMJM FE-UB terdiri dari Helga Khatulistiwa (Manajemen 2006), Bobby Christia (Manajemen 2006), dan Wilmara R (Manajemen 2006).
Green marketing
Helga, mewakili timnya, menuturkan jerih payah mereka mulai dari pembuatan makalah hingga keluar sebagai juara. Untuk itu Tim FE-UB harus melewati dua tahapan penyisihan, perempat final, semi final, dan final. Seluruh tim peserta beranggotakan 3 orang, berasal dari PTN maupun PTS, diwajibkan membuat makalah bertemakan Green Marketing.
Makalah Tim HMJM FE-UB berjudul “Green Marketing sebagai Alternatif Metode Pemasaran di Era Globalisasi”. Dengan topik itu, Tim HMJM FE UB bertujuan memperkenalkan metode green marketing kepada masyarakat, khususnya pelaku industri dan para usahawan, untuk menerapkan metode ini dalam memasarkan produknya.
Green Marketing mengandung pengertian yang tidak hanya terbatas pada sistem pemasaran suatu produk, melainkan bahan mentah, proses produksi dan distribusi produk yang ramah lingkungan. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menghasilkan suatu produk yang ramah lingkungan membutuhkan biaya yang lebih tinggi dari metode pemasaran konvensional. Namun, bila melihat dampak selanjutnya dari penerapan Green Marketing pada masyarakat luas pastinya biaya yang tinggi akan terbayar dengan lestarinya lingkungan, dan kesehatan konsumen terjamin. Bencana alam yang terjadi, pemanasan global, tidak lain karena kurangnya kesadaran akan kelestarian, keamanan, keramahan akan lingkungan. Dengan menerapkan Green Marketing, diharapkan akan tercipta win-win solution, agar baik produsen maupun konsumen dapat diuntungkan.
Model kompetisi
Dalam kompetisi ini, ABFII Perbanas Jakarta sebagai penyelenggara menerapkan model kompetisi: Metode 16, Metode 32, dan sistem gugur APS (Australia Parlementary System). Setelah mengadakan penilaian yang meliputi: vokal (15%), team work (15%), penguasaan materi (40%), gesture (15%), dan manner (15%), dewan juri yang terdiri dari para akademisi, praktisi, dan pakar akhirnya menetapkan Tim HMJM FE-UB sebagai juara pertama. Sementara juara kedua diraih oleh Tim Universitas Negeri Jakarta, dan juara ketiga Tim dari President University. Dengan keberhasilan ini Tim HMJM FE UB berhak membawa piala bergilir, medali, sertifikat, uang tunai, dan sejumlah hadiah lainnya. [ris]
Dari website FE-UB juga melaporkan:
Green Marketing Sebagai Alternative Pemasaran Di Era Globalisasi
Tim Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya berhasil meraih juara 1 dalam Perbanas Marketing Debate Competition 2008 Indonesia “How to make environmentally friendly marketing strategy”.
Pertumbuhan dunia industri yang semakin pesat ternyata membawa permasalahan sosial dan lingkungan hidup. Manusia sebagai subjek dalam pemanfaatan sumber daya alam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk suatu masyarakat yang bersahabat dengan lingkungan (environmentally friendly), dan masyarakat dituntut memiliki kepedulian terhadap upaya pelestarian alam dan lingkungan serta menghormati eksistensi makhluk lain di bumi ini. Ditambah dengan isu Global Warming yang telah hangat-hangatnya menjadi perbincangan seluruh penduduk dunia. Alasan-alasan itu pula yang melatarbelakangi keikutsertaan Tim HMJM FE UB yang terdiri dari Helga Khatulistiwa (Manajemen 2006), Bobby Christia (Manajemen 2006), dan Wilmara R (Manajemen 2006) dalam Perbanas Marketing Debate Competition 2008 Indonesia
Bertempat di Auditorium unit III ABFII , Perbanas Jakarta, Perbanas Marketing Debate Competition 2008 Indonesia diselnggarakan selama 3 hari yaitu 12-14 Agustus 2008. Tim HMJM yang diwakili oleh Helga, menuturkan secara singkat mengenai Debate Marketing mulai dari pembuatan makalah hingga babak final. Kamis, 14 Agustus 2008 merupakan penentu keberhasilan Tim HMJM FE UB, setelah sebelumnya melalui dua kali tahapan penyisihan, perempat final, semi final hingga final. Model kompetisi yang diterapkan ABFII Perbanas Jakarta sebagai penyelenggara antara lain yaitu Metode 16, Metode 32 dan sistem gugur APS (Australia Parlementary System). Adapun yang menjadi penilaian dalam Debate Marketing ini yaitu Vokal (15%), Team Work (15%), Penguasaan Materi (40%), Gesture (15%), dan Manner (15%). Dewan Juri yang terdiri dari Akademisi, Praktisi, Pakar menetapkan Tim HMJM FE UB sebagai Juara 1, Juara 2 diraih oleh Universitas Negeri Jakarta, dan Juara 3 diraih oleh President University. Atas keberhasilan Tim HMJM FE UB berhak membawa piala bergilir, medali, sertifikat, uang tunai dan hadiah lainnya.
“Green Marketing Sebagai Alternatif Metode Pemasaran Di Era Globalisasi”
Seluruh peserta yang terdiri dari Tim beranggotakan 3 orang yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, diwajibkan membuat makalah bertemakan “Green Marketing”. Topik yang dipilih oleh Tim HMJM FE UB yaitu “Green Marketing Sebagai Alternatif Di Era Globalisasi”, tujuannya ialah memperkenalkan metode Green Marketing kepada masyarakat khususnya pelaku industri, para pengusahawan untuk menerapkan Green Marketing ini dalam memasarkan produk. Green Marketing mengandung pengertian yang tidak hanya terbatas pada sistem pemasaran suatu produk melainkan bahan mentah, proses produksi dan distribusi produk yang ramah lingkungan. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menghasilkan suatu produk yang ramah lingkungan membutuhkan biaya yang lebih tinggi dari metode pemasaran konvensional. Namun, bila melihat dampak selanjutnya dari penerapan Green Marketing pada masyarakat luas pastinya biaya yang tinggi akan terbayar dengan lestarinya lingkungan, dan kesehatan konsumen terjamin. Bencana alam yang terjadi, pemanasan global, tidak lain karena kurangnya kesadaran akan kelestarian, keamanan, keramahan akan lingkungan. Diharapkan akan tercipta Win-win solution agar baik produsen maupun konsumen dapat diuntungkan dengan menerapkan ”Green Marketing” ini. (ris)
Selamat, mudah-mudahan bisa menjadi pemacu bagi yang lain.
28 Agustus 2008 - 12:17 pm
Selamat..
UB semakin siip..
28 Agustus 2008 - 18:38 pm
Selamat buat FE !!